Monthly Archives: November 2009

huuuweeeeee~

huuuweeeeee~

mamai disini! lagi bermalas-malasan di warnet, meninggalkan pekerjaan di kosan (nyuci, nyuci piring, nytrika, etc.). dan tiba-tiba ibu mamai nelepon dr bandung.. “Teh, nanti pulang kamu ke  ******* ya. Disuruh dokter ke bedah rahang.”

WHAT?? pikiran pertama yang terlintas : mampus gue (maap ya kalo lg shock c mamai suka ber-gue-lo..harap dimaklumi…)

“Hah? Seriusan bu?? Ngga usah aja boleh ngga?”

Aaaaaa~ beneran shock pisan… yaaahh, nasiiibb….nasiiiibb…

btw, kmaren malem ada pemadaman listrik loh di kosan… horor gini lagi jaga kosan sendiri mati lampu~

wish me luck, okay?

finally…

finally…

huaaaaahhhh~

akhirnyaaaaa selesei juga mamai ngerjain peer pengantar akun yang bejibun. peer yang mamai kerjain dari tadi pagi jam enem pagi dan baru beres…hahay 13 halaman tulis tangan… lama-lama mamai yang bakal butuh chiro nih… abis deh hari ini buat ngejain peer~

btw, post kali ini mamai ketik d warnet, dengan koneksi yang cukup lelet, gara-gara citacita modemku blom tercapai…aaaaa~ kapan ya?

doakan sajalah. biar mamai makin sejahtera disini.

edit : dan si mamai pun terjebak d warnet…hujan banjir T^T

cerita tanpa judul

cerita tanpa judul

Dia selalu ada di sana. Setiap hari. Duduk di bangku pojok ruangan. Sendirian. Tak pernah sekalipun kudengar suaranya. Matanya menatap lurus. Melihat, mengamati, namun kosong. Tak pernah kulihat percikan-percikan emosi di dalamnya. Menarik. Tak biasa, namun menarik, entah mengapa. Seakan ‘warna’-nya berbeda dengan dunia sekitarnya. Tak pernah lebur dengan suasana yang tercipta.
Ada masanya aku berbalik di kursiku, memperhatikan sosoknya yang -layaknya sebuah patung-, tak bergeming sedikit pun. Terkadang suara kecil di kepalaku mengusulkan bahwa ia tak nyata, bahwa ia hanya ada dalam imajinasiku semata. Namun, eksistensi namanya di dalam daftar absen menghapus keraguanku.
Sebuah nama yang nyaris selalu menghantuiku. Selalu terbayang di saat yang tidak terduga. Hingga saat waktu berlalu, aku tak heran lagi saat ia muncul begitu saja di benakku. Apa ini obsesi? Mungkin…

*o*

Suatu hari kudengar ia bersenandung. Sayup-sayup. Seperti siulan. Tak dapat kumengerti kata-katanya. Desah lembut yang mengiringi nada-nada yang indah. Terdengar begitu halus. Penuh dengan emosi. Tak dapat kulupakan. Terus terngiang di telingaku.
Apa yang terjadi? Mengapa setelah sekian lama terdiam, kini ia memiliki senandungnya sendiri? Mengapa setelah sekian lama bungkam, kini ia membuka mulutnya? Entahlah. Aku tak tahu. Bukan urusanku.

*o*

Sayup, kukira ia memanggil namaku. Deretan huruf yang terdengar indah saat ia mengucapkannya. Sebuah bisikan yang membuat bulu kudukku berdiri. Namun saat aku berbalik, ia tak menunggu. Ia ada di sana, bungkam dan tajam, seperti biasanya. Seolah tak terjadi apapun. Dan mungkin memang tidak. Pasti tidak.

*o*

Aku bisa merasakannya. Tajam tatapan matanya menusuk punggungku. Aku tahu itu dia. Mengapa? Apa salahku? Terganggu dan gugup, aku merasa bagaikan kelinci percobaan yang sedang diteliti.
Seiring waktu tubuhku semakin kaku, mempertimbangkan. Tercabik antara diam dan bergerak. Aku takut. Takut akan apa yang mungkin kutemukan.
Rasa ingin tahuku menang. Sedikit kutolehkan kepalaku. Dari sudut mataku, kulirik dia. Matanya menatap, gelap. Terpusat padaku. Namun sedetik kemudian pandangannya beralih, menyusuri setiap sudut ruangan dengan seksama.
Aku menghela napasku. Lega. Ataukah kecewa? Merasa sedikit konyol. Dan tertipu. Ya, tertipu. Entahlah.
Tentu saja, pasti hanya perasaanku saja. Benar kan?

Sensasi itu dimulai lagi.

*o*

 

kalimat-kalimat aneh yang tadinya mmai buat untuk menghindari deadline-nya drama b.indo jaman dahulu kala~

kembali ke peradaban.

kembali ke peradaban.

ahhaayyy…akhirnya mamai inget juga password blog ini. :D  senangnyaaaa~  mau ngepost banyak aaahh..

soooo, udah lama banget nih mamai ngga ngeblog. masa-masa sma mamai yang terlalu singkat udah lewat. ujian [alhamdulillah] udah selesei. dan sekarangpun mamai menjadi seorang makhluk tanpa status. kartu pelajar udah ngga berlaku, ktp/sim ngga punya, kartu mahasiswa belom ada. *manyun

ngomongin soal kuliah, setelah maen kabur aja dari telkom, si mamai pun berhijrah ke bintaro [panasnyaaaaa~ >.<]. dan dimulailah perjalanan mamai sebagai seorang anak kos..hikhik..kerasa nih kalo yang di rumah makan tinggal makan, nyuci dicuciin, nyetrika disetrikain, dan sekarang apa-apa harus sendiri..huaaaa~ bertahanlah mamai!!

dan ngga tinggal di bandung berarti jarang ktemu sm anak2 aksel [kcuali mira ama aci yang ikut hijrah juga]… huhuhuhu..kangeeeennn~

yaaaahh, bgitulah. mamai lagi mengejar modem nih, biar bisa internetan di sana.. ^_^’ doakanlah ya…

wish i’ll remember the password!